Archive

Archive for the ‘Samsul Bachri’ Category

Dalam Gelap Kulihat….

October 27th, 2008

: ZA

Dalam gelap mataku coba menutup
Dalam gelap khayalku coba meraih
Dalam gelap impianku coba melambung
Dalam gelap semuanya sirna

Karena dalam gelap aku seperti buta
Karena dalam gelap aku seperti sampah
Karena dalam gelap aku terombang ambing
Karena dalam gelap aku tersadar…

Jangan hanya berkhayal yang kau coba
Tapi raihlah dengan tanganmu yang terbuka
Karena disana dia telah ada
Menantimu dalam kesadaran

Karena Gelapmu hanya satu sisi kehidupan yang nampak

271099

Samsul Bachri

Dalam Diam

October 27th, 2008

Dalam diam…semut tetap bekerja
Dengan semangat yang mereka punya

Dalam diam…manusia juga bekerja
Dengan otak yang mereka gadaikan

Dalam diam…dunia masih ada ???

241199

Samsul Bachri

Buaian Laknat

October 27th, 2008

Dalam Buaian manusia seperti terkapar
Seiring roda perjalanan nasib sang waktu
Berurutan laksana prajurit bergaya
Manusia manusia itu masih terkapar dalam lenaan malam

Di ketuk dalam setiap hati dengan bisikan sang durjana
Dalam lelapnya sang gulita yang terlelap bak bayi
Di hujam dengan diam dalam relung kehidupan
Untuk melihat masih adakah nurani yang tersisa

Buaian dan bisikan-bisikan yang menggairahkan
Seperti membawa dalam peraduan syurga dunia

281099

Samsul Bachri

Ketika Tangis Itu Telah Berubah Nama

October 27th, 2008

:Someone

Alam Masih tersenyum dengan manisnya dengan pedih yang tertahan
Dalam peraduan malam yang menghimpitnya
Dengan sedikit gelitik rindu dari buluh-buluh jejaka
Yang mencoba untuk mengganggunya

Walau air-air kehidupan itu masih terus mengalir
Alam masih tetap lemparkan senyumnya yang paling manis walau airmata
mengalir
Agar hati yang selalu penuh dengan merah dapat menjadi reda
Yang mencoba tuk mati menjadi enggan berpisah dengannya

Tangis Alam masih tetap sama
Sama seperti tangis tahun-tahun yang lalu
Tapi tangis manusia bisa berubah makna dan nama
Tidak sama seperti tangis-tangis terdahulu

Tangisan telah berubah dalam hitungan Tahun

271099

Samsul Bachri

Dalam Sajak Cinta

October 27th, 2008

Pada lorong-lorong ini saat senja
Aku seperti terbuai akan sebuah lantunan sajak cinta
Syair-syair merdu itu seakan ingin ikut bersamaku dalam kegembiraan ini

Sajak cinta yang bercerita akan indahnya hidup
Dengan sejuta hasrat agar selalu ingin bersama
Sajak cinta akan Rabb yang selalu setia menjaga dan mengingatkan

Dalam syair-syair itu aku seperti yakin akan pilihanku
Dalam cinta yang tumbuh hanyalah rasa
Dalam kasih yang berkembang adalah jiwa

Dalam sajak cinta ini aku seperti manusia yang baru tersadar
Bahwa indahnya dunia ini bukan hanya untuk dinikmati seorang
Ikatlah jiwa lain dalam jiwamu untuk lebih indah

251199

Samsul Bachri